oleh

Mahasiswi Buteng: Make Up Boleh Luntur, Asal Jangan Keadilan

Reporter: Syaud Al Faisal / Editor: Kang Upi

LABUNGKARI – Ratusan mahasiswa dan masyarakat kembali menggeruduk dan menjejali pintu masuk Kantor Bupati Buton Tengah (Buteng), Senin 31 Agustus 2020.

Tujuannya, adalah tak lain dan tak bukan untuk menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buteng agar transparan soal penggunaan dana penanganan covid-19.

Terhitung, tuntutan ini sudah tiga kali disampaikan lewat aksi masa yang menyemut di depan kantor sang Bupati, namun hingga make up peserta aksi luntur akibat terik matahari, tuntutan belum terjawab.

Saking geramnya dengan kondisi itu, salah seorang mahasiswi peserta aksi bahkan mencurahkan isi hati nya lewat selembar poster tuntutan.“Tidak apa make up ku luntur, asal bukan keadilan yang luntur,” tulis sang mahasiswi.

Sementara itu dalam orasinnya, Koordinator Aksi, Hasan mengatakan, Pemda dinilainya tidak mempunyai niat baik untuk transparansi penggunaan anggaran covid-19 sebesar Rp 19 Milyar.

“Ini aksi ketiga, kami aksi sejak tanggal 6 juli, 18 Agustus dan parahnya hingga sekarang niat baik pemerintah daerah tidak ada, enggan membuka data tersebut,” tegas Hasan.

Menurutnya, Pemda dalam pengelolaan anggaran covid-19 harusnya dapat memberikan rincian penggunaan anggarannya secara jelas dan akurat kepada masyarakat.

Ditegaskannya, rincian penggunaan anggaran yang disampaikannya secara berkala, akan menumbuhkan kepercayaan dan menjauhakan kecurigaan yang timbul dibenak masyarakat.

“Sekda harusnya merincikan anggaran yang sudah digunakan, untuk apa saja penggunaannya. Aksi ini akan berlanjut terus hingga Pemda membuka data penggunaan anggaran Covid 19,” pungkasnya.

Terkini